Pelaksanaan SKD Poltek Imipas 2026 di Kanreg XII BKN Pekanbaru berjalan lancar. 333 peserta bersaing transparan rebut 405 formasi lewat sistem CAT BKN
Suasana penuh semangat dan ketegangan mewarnai pelataran Kantor Regional XII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pekanbaru pada Minggu (27/9). Ratusan generasi muda dari berbagai daerah berkumpul demi satu tujuan: menembus ketatnya Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi Calon Taruna dan Taruni Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltek Imipas) Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan ujian yang mengandalkan sistem Computer Assisted Test (CAT) ini menjadi gerbang awal bagi para peserta untuk membuktikan kualitas diri mereka secara objektif dan akuntabel.
Berdasarkan data yang dihimpun, tingkat persaingan pada tahun ini terbilang sangat kompetitif. Para peserta harus berjuang keras memperebutkan kuota yang sangat terbatas, yakni total sebanyak 405 formasi di tingkat nasional. Alokasi ini terbagi menjadi 352 formasi umum yang terbuka bagi lulusan SMA sederajat, 23 formasi afirmasi khusus untuk putra-putri dari wilayah Papua (termasuk Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Barat Daya, dan Papua Pegunungan), serta 30 formasi jalur pegawai yang diperuntukkan khusus bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Antusiasme peserta juga sangat terlihat dari tingginya angka kehadiran di lapangan. Dari total 342 peserta yang terdaftar pada titik lokasi Kanreg XII BKN Pekanbaru, sebanyak 333 orang terpantau hadir dan mengikuti ujian yang dibagi ke dalam empat sesi pelaksanaan. Angka kehadiran ini membuktikan besarnya minat dan komitmen para calon abdi negara muda untuk bergabung dengan Poltek Imipas.
Sebelum memasuki ruang ujian, para peserta mendapatkan arahan langsung untuk memompa motivasi sekaligus mempertegas aturan main seleksi. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau, Rudy Fernando Sianturi, dengan tegas mengingatkan para calon taruna agar memegang teguh integritas dan tidak tergoda oleh iming-iming kelulusan dari pihak tidak bertanggung jawab.
“Ikuti ujian ini dengan sungguh-sungguh dan junjung tinggi integritas. Jangan mencari jalan pintas, jangan percaya kepada siapa pun yang menjanjikan kelulusan. Tunjukkan kemampuan terbaik kalian dan biarkan hasil seleksi berbicara secara objektif. Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan tertib, jujur, dan penuh percaya diri,” tegas Rudy di hadapan para peserta.
Rudy juga menambahkan peringatan keras terkait praktik percaloan. “Tidak ada kelulusan yang dapat dibeli. Jika ada pihak yang mengaku dapat menjamin atau menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang maupun imbalan dalam bentuk apa pun, jangan percaya dan segera laporkan kepada pihak yang berwenang. Jangan sampai ada peserta yang menjadi korban penipuan,” lanjutnya.
Melengkapi arahan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Riau, Agung Prianto, turut memberikan pesan yang menitikberatkan pada kesiapan mental dan visi ke depan. “Kalian adalah wajah masa depan penegakan hukum dan pelayanan keimigrasian kita. Jangan biarkan rasa gugup mengalahkan persiapan matang yang sudah kalian bangun berbulan-bulan. Fokus pada layar di depan kalian, kerjakan dengan ketenangan penuh, karena negara membutuhkan generasi cerdas yang mentalnya tidak mudah goyah. Jadilah agen perubahan yang bersih sejak dari tahap seleksi,” ujar Agung memberikan semangat.
Di sisi lain, dari perspektif penyelenggara fasilitas ujian, Kepala Kanreg XII BKN Pekanbaru, Purjiyanta, menegaskan komitmen BKN dalam menjaga marwah transparansi. “Sistem CAT BKN ini didesain agar tidak ada celah bagi siapa pun untuk melakukan intervensi nilai. Begitu kalian selesai ujian dan menekan tombol selesai, hasil nilai akan langsung keluar secara real-time dan bisa dipantau langsung oleh masyarakat luas lewat YouTube. Jadi, percayalah seratus persen pada kapasitas kemampuan otak kalian sendiri. Kami di BKN senantiasa memastikan infrastruktur jaringan dan sistem berjalan lancar agar kalian semua bisa berkompetisi secara fair dan merasa nyaman,” jelas Purjiyanta.
Pelaksanaan SKD Poltek Imipas Tahun 2026 di Pekanbaru ini pada akhirnya menjadi sebuah cerminan nyata dari kuatnya sinergi yang harmonis antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama Badan Kepegawaian Negara. Kesuksesan, kelancaran, serta ketertiban selama seluruh rangkaian ujian pada hari ini bukan sekadar keberhasilan panitia gabungan, melainkan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mencetak aparatur negara yang profesional, transparan, dan bersih sejak langkah pertama. Semoga hasil yang paling maksimal dapat diraih oleh mereka yang benar-benar berhak dan pantas.










