Beredar informasi palsu Rekrutmen ASN, BKN tegaskan rekrutmen hanya via portal SSCASN. Kenali ciri-ciri Informasi palsu agar tidak tertipu
Kantor Regional (Kanreg) XII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pekanbaru kembali mengimbau masyarakat, khususnya para calon pelamar Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya peredaran informasi palsu terkait dengan rekrutmen ASN.
BKN mengeluarkan imbauan ini menyusul maraknya konten digital yang menginformasikan Rekrutmen ASN Tahun 2026, lengkap dengan daftar formasi hingga rincian besaran gaji. BKN secara tegas menyatakan bahwa informasi tersebut adalah hoaks.
Kepala BKN, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen ASN, baik Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dilaksanakan melalui mekanisme nasional yang terintegrasi di bawah pengawasan langsung BKN.
“BKN memiliki peran sentral dalam memastikan proses rekrutmen ASN berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penipuan. Seluruh pendaftaran ASN hanya dilakukan melalui portal resmi SSCASN yang dikelola BKN, bukan melalui tautan pribadi atau situs tidak dikenal,” tegas Zudan dalam keterangan resminya.

Kenali Modus Penipuan Digital
Seiring dengan kemajuan teknologi, modus penyebaran hoaks rekrutmen ASN kini semakin canggih. BKN meminta masyarakat mewaspadai penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) seperti video deepfake yang memanipulasi wajah dan suara pejabat instansi seolah-olah memberikan pengumuman resmi.
Berdasarkan identifikasi BKN, berikut adalah ciri-ciri utama informasi rekrutmen ASN palsu yang perlu dihindari masyarakat:
- Sumber Tidak Jelas: Informasi tidak ditayangkan di kanal resmi pemerintah
- (website berdomain .go.id atau media sosial terverifikasi).
- Tautan Mencurigakan: Pelamar diarahkan mendaftar melalui tautan tidak resmi, domain aneh, atau meminta data pribadi secara tidak wajar.
- Kualitas Rendah: Pengumuman berbentuk surat sering kali menggunakan bahasa yang tidak profesional, banyak kesalahan tata bahasa (typo), atau format yang tidak standar.
- Manipulasi Visual: Menggunakan video hasil rekayasa AI (deepfake).
Cara Verifikasi Kebenaran Informasi
Kanreg XII BKN Pekanbaru mengajak masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi ganda (cross-check) sebelum memercayai atau menyebarkan informasi rekrutmen. Langkah verifikasi dapat dilakukan dengan:
- Mengecek langsung ke situs web resmi pemerintah seperti portal SSCASN, situs web instansi terkait, atau situs web BKN.
- Memantau akun media sosial resmi instansi yang telah terverifikasi/centang biru.
- Waspada terhadap permintaan data pribadi atau pungutan biaya di luar prosedur resmi.
BKN berkomitmen untuk terus memberikan layanan informasi yang akurat dan transparan demi menjaga kepercayaan publik serta melindungi masyarakat dari tindak penipuan yang mengatasnamakan seleksi ASN.
text: Febri