Sebanyak 21 instansi di Kepri dan Riau menandatangani komitmen manajemen talenta ASN bersama BKN untuk memperkuat sistem merit yang objektif dan digital.
Wajah birokrasi di wilayah Kepulauan Riau dan Riau memasuki babak baru. Bertempat di Aula Wan Seri Beni, Tanjungpinang, Senin (12/1/2026), sebanyak 21 instansi pemerintah daerah secara resmi menandatangani komitmen bersama pembangunan dan penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN).
Langkah ini menandai pergeseran pendekatan pengisian jabatan dari pola manual dan subjektif menuju sistem digital yang berbasis sistem merit, objektif, dan transparan.
Kegiatan strategis yang diinisiasi Kantor Regional (Kanreg) XII Badan Kepegawaian Negara (BKN) ini dihadiri langsung oleh
Penandatanganan komitmen dilakukan oleh Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto serta para Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Riau.
Manajemen Talenta sebagai Alat Eksekusi Visi Kepala Daerah
Dalam paparannya, Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menegaskan bahwa manajemen talenta bukan sekadar instrumen administrasi, melainkan mesin utama untuk mengeksekusi visi dan misi kepala daerah secara nyata.
Ia mengkritisi budaya kinerja yang cenderung menetapkan target rendah demi terlihat berhasil.
“Saya tidak khawatir ASN gagal. Yang saya khawatirkan adalah ketika target sengaja dibuat rendah hanya agar terlihat sukses. Kita butuh target tinggi untuk mewujudkan Asta cita,” tegas Zudan.
Melalui penerapan manajemen talenta berbasis sistem, Zudan menekankan bahwa proses pengisian jabatan tidak lagi harus melalui mekanisme open bidding yang memakan waktu panjang.
“Kepala daerah tidak perlu berbulan-bulan untuk memilih pejabat. Cukup membuka sistem dan memilih talenta terbaik. Bahkan jika proses di BKN melewati lima hari kerja tanpa jawaban, Bapak dan Ibu sudah boleh jalankan permohonan promosi, mutai dan demosi tanpa pertek BKN. Itu sudah menjadi jaminan BKN,” ujarnya.
Kepri dan Riau Menuju Birokrasi Berdaya Saing
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyambut penerapan manajemen talenta sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing daerah. Dengan pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau yang mencapai 7,48 persen, tertinggi di wilayah Sumatra, Ansar menilai optimalisasi peran ASN menjadi faktor kunci.
“Kami bertekad menjadikan Kepulauan Riau sebagai salah satu motor ekonomi nasional. Untuk itu, pengelolaan ASN harus dilakukan secara maksimal. Prinsip the right man on the right place tidak lagi menjadi slogan, tetapi dijalankan melalui sistem manajemen talenta,” ujar Ansar.
Sementara itu, Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan bahwa birokrasi tidak dapat lagi dikelola dengan pendekatan lama yang sarat subjektivitas.
“Melalui manajemen talenta, kami memastikan proses pengembangan karier ASN berjalan objektif dan terukur. Tidak ada lagi ruang untuk praktik titip-menitip jabatan. Semua berbasis kinerja dan kompetensi yang tercatat dalam sistem,” ungkapnya.
Apresiasi bagi Daerah Perintis Manajemen Talenta
Sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan langkah nyata, BKN memberikan Penghargaan Penerapan Manajemen Talenta ASN kepada empat pemerintah daerah, yaitu Provinsi Kepulauan Riau yang telah menerapkan Manajemen Talenta, kemudian Kota Batam, Kota Dumai, dan Kabupaten Rokan Hulu atas Rekomendasi Penerapan Manajemen Talenta.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BKN juga mengingatkan kepada para ASN untuk selalu mengecek layanan asndigital yang merupakan platform yang disiapkan untuk semua kebutuhan ASN. Yang terbaru Adalah layanan DMS (Digital Management System) atau “Lemari Digital”, platform penyimpanan dokumen kepegawaian digital bagi sekitar 6,5 juta ASN di Indonesia.
“Semua yang terkait dengan kepegawaian silakan unggah di sini. Setiap ijazah dan sertifikat yang diunggah akan meningkatkan grade dan memperkuat profil manajemen talenta ASN. jelas Zudan.
Zudan juga mengapresiasi kepada seluruh Instansi yang berkomitken dalam penerapan Manajemen Talenta. Pada tahaun 2025, sebanyak 546 telah berkomiten dalam Pembangunan Manajemen Talenta.
“Kita mengalami kenaikan 188%, dari 42 menjadi 122 instansi dalam setahun, yang menerapkan manajemen talenta. Tahun ini kita menargetkan kurang lebih 350 K/L dan Pemerintah Daerah, Mohon dukungan Bapak/Ibu semua, untuk memajukan Indonesia, untuk menyejahterakan Masyarakat, pungkasnya.






